KEINDAHAN DALAM BERAGAMA
KEINDAHAN DALAM BERAGAMA
Mencari keindahan dalam hidup tidak hanya untuk mencari suasana yang tepat untuk menghirup udara segar, spot wisata terkenal untuk dikunjungi, maupun berkumpul dengan keluarga maupun teman dekat. Memang untuk mencari keindahan semua itu sulit, dan mungkin mahal juga harganya. Tetapi untuk mencari keindahan dalam hidup bisa saja murah, dan sangat mudah untuk mencarinya. Salah seatunta dan yang paling utama ialah beragama. Memang banyak juga agama di dunia ini, seperti agama Islam, Hindu, Budha, Kristen, Kong Hu Chu, dan agama-agam lainnya yang ada di dunia.
Dalam mencari keindahan dalam beragama tidaklah sulit untuk mencarinya, dan setiap “umat manusia tidak diberi hukum atau anjuran untuk memilih agama satu’’ maksudnya manusia tidak ada paksaan untuk memilih agama, seperti yang di tertera dalam Al-Qur-an surat Al-Bakarah ayat 256 yang artinya:
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berperang kepada buhull tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al-Bakarah: 256)
Dalam ayat diatas menjelaskan pada umat manusia tidak ada paksaan untuk memeluk agama islam (kebebasan dalam beragama), landasan beragama sudah jelas di paparkan dalam agama islam, dan tinggal umat manusia memilih agama sebagai landasan hidup, untuk menjadikan agama sebagai “Kerukunan Umat Beragama” dan menjadikan agama sebagai landasan keindahan dalam hidup.
Dalam beragama umat manusia bisa menjadikan agama sebagai pondasi kerukunan manusia, dilandasi akhlak sosial dan menjadikan kerja sama antar agama mucul. Pertama, agama bisa dikatakan sebagai pondasi dalam kerukunan manusia, dibuktikan dengan ketakwaan kepada tuhan. Dan seorang bisa dikatakan takwa kepada tuhannya apabila seorang itu baik sesaman mahluk, dengan itu manusia bisadikatakan menpunyai agama dilandasi dengan akhlak social.
Kedua, menjadikan agama untuk menjalin solidaritas untuk bekerja sama antar agama, dalam artian bekerja sama disini untuk saling menbantu dalam hal yang positif, bukan untuk bekerja dalam hal yang negatif, seperti halnya menindas agama yang minoritas. Bekerja sama dalam agama ini bersifat unifersal, dengan itu bekerja sama dalam agama bisa dijalankan, dan menjadikan agama sebagai jalan untuk saling membantu antar agama dalam bekerja sama segalla bidang.
Dengan itu, adanya kebebasan dalam beragama untuk menjadikan manusia itu satu walaupun berbeda-beda dalam beragama, untuk menjadikan keindahan dalam hidu dilandasi agama. Dan dari itu mewujudkan juga saling memahami kebaikan antara mahluk satu dengan lainnya dilandasi dengan akhlak social, dan mewujudkan kerja sama antar agama untuk saling membantu dalam segala bidang.
ReplyDeleteKaula Muda berharap..