Nasionalime Dalam Islam Mayoritas Dan Minoritas Agama

Nasionalime Dalam Islam Mayoritas Dan Minoritas Agama

Agama islam di Indonesia sebagai agama yang mayoritas, dari kalangan agama yang lain, dari keenam agama yang ada di Indonesia yaitu Islam, Kristen, khatolik, Hindu, Budha, dan Kong Hu Cu. Dari banyaknya agama yang ada di Indonesia timbullah sikap nasionalisme dari beberapa kalangan pespektif. Namun dari banyaknya faham sikap nasionalisme dari kalangan agama, bukan menjadi pertentangan antar agama tentang faham nasionalisme, tapi menjadikan persatuan yang kuat dalam berbangsa untuk menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang beridiologi, dengan adanya semboyan atau motto yang ada di Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika “Berbeda-beda tetapi tetap satu”.

Nasionalisme dalam pandangan islam mayoritas, islam sendiri menganjurkan untuk memahami faham nasionalisme, karena dalam nasionalisme terdapat ukuwah islam yang mana dalam islam sendiri sangat dianjurkan. Dari sini sangatlah beguna bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkan syariat-syariat islam, melalui faham nasionalisme Indonesia bisa menjadi negara yang kuat dalam beridiologi. Seperti yang diungkapkan para analisis nasionalisme, islam banyak memegang peran penting dalam pembentukan nasionalisme, yang telah diungkapkan oleh pengkaji nasionalisme Indonesia yaitu George Mc Turnan Kahin bahwa islam yang disebut agama Muhammad bukan saja mata rantai yang mengikat tali persatuan melainkan juga memerlukan simbol persamaan nasib menentang penjajahan asing dan penindas yang berasal dari agama lain. Dan faham nasionalisme ini bukan ajang kompetisi dalam agama untuk berebut kekuasaan, tetapi menjadi persatuan kekuasaan islam yang mana untuk mengayomi agama lain, seperti halnya Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengangkat agama kong hu cu sebagai agama resmi yang ada di Indonesia, disini timbullah tali persaudaraan bagi agama islam dengan agama kong hu cu untuk memperkuat rasa nasionalisme antar agama, walaupun timbulnya perbedaan syariat antar agama, tetapi tetap saja rasa nasionalisme masih terjaga dengan kuat dan disinilah letak semboyan Bhinneka Tunggal Ika di terapkan di Indonesia.

Nasionalisme pada minoritas agama, minoritas agama bukanlah sekeompok yang keji dan jahat, banyak orang yang belum memahami konteks minoritas, pada dasarnya minoritas ialah sekelompok agama yang membutuhkan perlindungan dari agama yang mayoritas, jalur perlindungan agama minoritas bisa melalui nasionalisme. Dan minoritas agama sangat berperan dalam nasionalisme, sebenarnya banyak peran minoritas agama pada nasionalisme seperti halnya seorang tokoh yang bernama IJ Kasimo seorang katolik jawa, ahli pertanian yang aktif di partai politik konvensional dan duduk di Volksraadn, karena dengan keminoritasannya ia terlupakan oleh sejarah. Dan kedudukan minoritas agama dalam nasionalisme sebagai bantuan atau dukungan bagi mayoritas agam. Dan faham nasionalisme pada minoritas agama menjaga keutuhan atau melestarikan warisan agama yang ada di indonesia dan dengan adanya minoritas agama indonesia menjadi negara yang bisa mengakulturasikan banyaknya faham nasionalisme, dan menjadikan negara yang toleransi dengan adanya macam-macam agama.

Dan adanya mayoritas dan minoritas agama, bisa menjadikan negara indonesia sebagai negara yang toleransi dalam memberikan kedudukan bagi setiap keberagaman agama. Dan seperti adanya islam mayoritas dan minoritas agama menjadi peran penting dalam faham nasionalisme yang berbeda-beda dari kalangan agama yang ada di indonesia. Dan adanya faham islam mayoritas dan minoritas agama bisa menjalankan nasionalisme dan moto indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika.



Comments

Popular posts from this blog

Hancurnya Negeri Dengan Ucapan Tak Bermoral

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

Tertawalah #1