Hakekat Santri
Hakekat Santri
Santri itu pemuda yang kurang pergaulan, dan pesantren itu tempat buangan dari sekolah luar, itulah yang banyak dipahami oleh kalangan muda yang ia anggap dirinya itu kece, maco, gaul, cool dan apalah yang ia bilang, mungkin yang ia pahami santri itu teridentitasi pada pakaian, karena santri itu mempunyai pakaian adat yaitu sarungan, pakai baju koko dan peci. Dan karena itulah pemahamanya berubah karena santri itu tidak mengikuti perkembangan zamam, sebenarnya bukan santri itu sarungan, pakai baju koko dan peci tidak mengikuti perkembangan zaman "bukan" karena santri itu mempunyai sempelnya sendiri, tidak harus mengikuti fashion seperti pemuda-pemuda yang merasa ia itu gaul, maco, dsb.
Santri, bukan hanya pandai dalam ilmu agama tetapi santri juga punya jiwa sosial, politik, adil, jujur, toleransi, dsb. Tidak hanya itu santri juga menjadi grada pemuda zaman now. Dilihat dari sejarah, santri juga mempunyai peran dalam kemerdekaan Indonesia, dalam masa penjajahan kolonial jepang santri mempunyai peran penting, menjadi grada sekaligus racun tombak bagi penjajah.
Disitulah peran para santri terungkap, dan mencerminkan jiwa santri yang baru.
Jiwa sosial salah satunya, bukan santri kalau tak mempunyai jiwa sosial, justru jiwa sosial santri lebih dalam. Karena, santri sejak dari awal masuk ke pesantren sudah dibebani untuk saling menghormati satu sama lain, di pesantren tidak hanya satu dua tiga santri yang ada, tetapi dipesantren lebih dari ratusan maupun ribuan santri, dari berbagai daerah, suku, budaya yang berbeda-beda, mulai dari sabang sampai merauke terkumpul menjadi satu, dalam wadah yang sama peraturan yang sama maupun persamaan kedudukan yang sama pula, disitulah jiwa sosial santri timbul, untuk saling memahami, menoleransi, membantu, mendukung antara satu sama lain. Dan santri juga berani untuk maju bersama, menaggung beban bersama, maupun senang pun harus bersama-sama juga.
Karena itulah santri mempunyai jiwa sosial yang kuat, dengan adanya pembelajaran mental, fisik, batin, ilmu terutama jiwa sosial tumbuh.
Inilah santri, dengan berbicara apa adanya, berbuat sekuat tenaga, dan menjalankan perintah atau amanah sebaik-baiknya. Bangsa tidak akan maju jikalau penguasa tak berjiwa dalam kebaiakan, bangsa ini membutuhkan pemimpin yang jujur, adil, dan bisa mensejahterakan rakyat, karena itulah Indonesia ini membutuhkan pemimpin yang berjiwa santri.
Kita santri, penerus pejuang bangsa.
Comments
Post a Comment